Perubahan Sistem Kardiovaskuler pada Ibu Hamil

Minggu, 25 Januari 2009

Ketika seorang ibu hamil memasuki usia minggu ke-5, maka salah satu organ yang mengalami perubahan fungsi secara fisiologis adalah jantung. Pada saat itu jantung mengalami perubahan yang komplek yang berefek pada perubahan fisiologi tubuh lainnya. Perubahan itu antara lain :


  • Pada minggu ke 10-20 volume jantung mengalami peningkatan.
  • Volume Plasma juga mengalami peningkatan sejak usia kehamilan 6-8 minggu sampai dengan usia 32 minggu maximal 4700-5200 ml (sekitar 45 %).
  • Peningkatan produksi sel darah merah (Red Blood Cell) sekitar 20-30 %
  • Peningkatan volume sirkulasi sekitar 45 %
  • Peningkatan volume darah pada akhir tekanan diastolik (Trimester II, awal Trimester III)
Selain itu juga terjadi perubahan anatomi pada sistem kardio vaskuler, antara lain :
  • Penebalan otot dinding ventrikel (trimester I)
  • Terjadi dilatasi (pelebaran) secara fisiologis pada jantung
  • Karena volume rongga perut (abdomen) meningkat menyebabkan hipertropi jantung dan posisi jantung bergeser ke atasdan ke kiri
  • Pada fonokardiogram terdapat : splitting (bunyi jantung tambahan), murmur sistolik dan murmur diastolik
  • Perubahan tekanan darah
Perubahan-perubahan di atas mengakibatkan :
  • Kebutuhan suplai Fe kepada ibu hamil meningkat sekitar 500 mg/ hari
  • Ibu hamil sering lebih cepat mengalami kelelahan dalam beraktifitas
  • Bengkak pada tungkai bawah, namun hati-hati bila pembengkakan berlebihan dan terjadi di tangan atau muka karena bisa merupakan gejala pre eklampsi.
  • Terjadinya anemia fisiologis ( keadaan normal Hb 12 gr% dan hematokrit 35 %)
  • 10% wanita hamil mengalami hipotensi dan diaphoretic bila berada dalam posisi terlentang
Walaupun begitu dalam keadaan normal, kesehatan wanita hamil tidak akan terganggu. Namun pada ibu hamil denngan riwayat penyakit jantung, kondisi ini memperburuk keadaan. Sehingga seorang wanita dengan penyakit atau gangguan pada jantung sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan.

Semoga bermanfaat...

Read more...

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim, Mudah !

Senin, 15 Desember 2008

Kanker leher rahim atau kanker servik merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita setelah kanker payudara, kanker kolo rek-tal, kanker ovarium dan kanker badan rahim sendiri. Di Indonesia ranking insiden kanker servik pada tahun 1998 sebanyak 3.686 kasus atau sekitar 17,85 % dari semua kasus kejadian kanker pada wanita.

Kebanyakan kasus kanker servik ditemukan pada stadium lanjut, di mana pada stadium ini pengobatn hanya bersifat meringankan gejala. Padahal bila ditemukan pada stadium dini, kanker servik yang menakutkan itu bisa disembuhkan.

Untuk mendeteksi kanker servik pada stadium dini, mungkin anda berfikir pasti harganya mahal atau merepotkan. Ternyata tidak...! Yang selama ini anda kenal mungkin cara termudah dan agak murah mendeteksinya yaitu dengan pap's smear. Pemeriksaan pap's smear dilakukan dilaboratorium, dengan harga yang agak mahal. Padahal ada cara yang lebih murah dan lebih mudah untuk medeteksi kanker servik ini, yaitu dengan metode IVA test.

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) test adalah cara sederhana namun efektip mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Dikatakan sederhana karena alat, bahan dan tempat pemeriksaan cenderung lebih sederhana dari pada harus ke laboratorium.

IVA test dilakukan dengan cara mengoleskan asam acetat 3-5 % pada permukaan mulut rahim. Untuk mengetahui hasilnya langsung pada saat pemeriksaan, berbeda dengan pap's smear yang harus memerlukan waktu untuk mendapatkan hasilnya.

Pemeriksaan dengan metode ini bisa dilakukan oleh bidan atau dokter di Puskesmas atau di tempat praktek bidan dengan biaya yang cenderung lebih ekonomis.

Pada hasil pemeriksaan apabila terdapat tanda adanya gejala kanker, maka pemeriksaan sebaiknya dilanjutkan dengan pap’s smear di laboratorium atau Gynescopy oleh dokter ahli kandungan.

Setiap wanita yang sudah/pernah menikah, apalagi yang beresiko tinggi terkena kanker servik, seperti perokok, menikah muda, sering berganti pasangan, memiliki banyak anak dan mengidap penyakit infeksi menular seksual sebaiknya melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Agar kejadian angka kematian karena kanker yang tidak terdeteksi dapat dihindarkan.



Sumber : hand out mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Program Studi D3 Kebidanan STIkes Dharma Husada Bandung

Read more...

My Family Slide

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP