Tampilkan postingan dengan label kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebidanan. Tampilkan semua postingan

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim, Mudah !

Senin, 15 Desember 2008

Kanker leher rahim atau kanker servik merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita setelah kanker payudara, kanker kolo rek-tal, kanker ovarium dan kanker badan rahim sendiri. Di Indonesia ranking insiden kanker servik pada tahun 1998 sebanyak 3.686 kasus atau sekitar 17,85 % dari semua kasus kejadian kanker pada wanita.

Kebanyakan kasus kanker servik ditemukan pada stadium lanjut, di mana pada stadium ini pengobatn hanya bersifat meringankan gejala. Padahal bila ditemukan pada stadium dini, kanker servik yang menakutkan itu bisa disembuhkan.

Untuk mendeteksi kanker servik pada stadium dini, mungkin anda berfikir pasti harganya mahal atau merepotkan. Ternyata tidak...! Yang selama ini anda kenal mungkin cara termudah dan agak murah mendeteksinya yaitu dengan pap's smear. Pemeriksaan pap's smear dilakukan dilaboratorium, dengan harga yang agak mahal. Padahal ada cara yang lebih murah dan lebih mudah untuk medeteksi kanker servik ini, yaitu dengan metode IVA test.

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) test adalah cara sederhana namun efektip mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Dikatakan sederhana karena alat, bahan dan tempat pemeriksaan cenderung lebih sederhana dari pada harus ke laboratorium.

IVA test dilakukan dengan cara mengoleskan asam acetat 3-5 % pada permukaan mulut rahim. Untuk mengetahui hasilnya langsung pada saat pemeriksaan, berbeda dengan pap's smear yang harus memerlukan waktu untuk mendapatkan hasilnya.

Pemeriksaan dengan metode ini bisa dilakukan oleh bidan atau dokter di Puskesmas atau di tempat praktek bidan dengan biaya yang cenderung lebih ekonomis.

Pada hasil pemeriksaan apabila terdapat tanda adanya gejala kanker, maka pemeriksaan sebaiknya dilanjutkan dengan pap’s smear di laboratorium atau Gynescopy oleh dokter ahli kandungan.

Setiap wanita yang sudah/pernah menikah, apalagi yang beresiko tinggi terkena kanker servik, seperti perokok, menikah muda, sering berganti pasangan, memiliki banyak anak dan mengidap penyakit infeksi menular seksual sebaiknya melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Agar kejadian angka kematian karena kanker yang tidak terdeteksi dapat dihindarkan.



Sumber : hand out mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Program Studi D3 Kebidanan STIkes Dharma Husada Bandung

Read more...

Buku Konsep Kebidanan

Minggu, 30 November 2008

Salah satu buku yang di perlukan seorang bidan, calon bidan atau bahkan guru/dosen kebidanan adalah buku Konsep Kebidanan. Buku ini ditulis oleh dosen kami yang kami cintai yang juga pimpinan STIkes Dharma Husada Bandung, Dra. Hj. Suryani Soepardan, Dipl.M, MM. Buku ini sangat penting dimiliki oleh siapapun yang ingin memperoleh pemahaman yang utuh mengenai Konsep Dasar seorang bidan.

  • Deskripsi

Profesi bidan bukanlah profesi yang mengemban tugas ringan. Profesionalisme, kerja keras dan kesungguhan hati serta niat baik akan memberikan kekuatan dan modal utama bagi pengabdian profesi bidan.

Pemahaman yang utuh mengenai konsep kebidanan sangat penting dimiliki oleh para bidan maupun calon bidan karena tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan saat ini semakin meningkat, khususnya kualitas pelayanan kebidanan. Hal ini merupakan tantangan untuk para bidan untuk meningkatkan kemampuannya, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dan prilaku yang professional.

Pembahasan dalam buku ini disesuaikan dengan kurikulum dan GBPP Program Studi D3 Kebidanan.

Penerbit : Penerbit Buku Kedokteran EGC


Read more...

Fakta Mengejutkan Mengenai Aborsi

Selasa, 04 November 2008

Kalau mendengar kata aborsi, sudah bisa dipastikan kita akan menghubungkannya dengan pergaulan bebas yang dilakukan anak-anak muda yang sudah berhubungan sex di luar nikah. Walaupun kelihatannya seperti itu, tapi ternyata menurut penelitian, praktek aborsi; legal atau tidak, sebenarnya lebih banyak dilakukan wanita yang sudah bersuami. Lho..??!!

"Selama ini ada anggapan yang salah di masyarakat bahwa aborsi lebih banyak dilakukan remaja yang hamil diluar nikah," kata Guru Besar Universitas Yarsi Jakarta, Prof. Dr. Jurnalis Uddin seperti dikutip Antara di Medan, Minggu (2/3).

Ia mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan Yayasan Kesehatan Wanita (YPK) Jakarta di sembilan kota besar seperti Medan, Jakarta, Batam, Bandung,Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram dan Manado menunjukkan dari 1.446 responden ternyata 87 persen yang melakukan aborsi statusnya menikah.

Diantaranya karena alasan gangguan kesehatan fisik yang cukup berat pada sang ibu seperti kanker stadium lanjut, TBC dengan Caverna dan HIV/AIDS. Kemudian juga karena gangguan kesehatan jiwa berat seperti skozofren dan retardasi mental.

Sebab lain, kata dia, adalah karena janin dideteksi akan cacat genetik yang kalau lahir tidak dapat disembuhkan serta hamil karena perkosaan yang berakibat gangguan fisik dan jiwa berat seumur hidup.

"Hamil karena incest yang merupakan aib tak tertahankan seumur hidup serta alasan sosial ekonomi seperti kehamilan yang terlalu rapat juga menjadi sebab lain tingginya angka aborsi pada wanita berstatus menikah di Indonesia," katanya.

Selain itu Berdasar data organisasi kesehatan dunia WHO pada 1998, sekitar dua juta perempuan di Indonesia melakukan aborsi setiap tahunnya

Melihat fakta tersebut, ternyata pendidikan kesehatan reproduksi seharusnya diberikan kepada setiap wanita menjelang dan sedang dalam masa reproduksi tanpa melihat statusnya menikah atau tidak. Karena selain berdosa, ternyata ngerinya, praktek aborsi juga menjadi penyumbang tertinggi angka kematian ibu di Indonesia. Depkes RI memperkirakan kontribusi aborsi tidak aman sebesar 30-50 persen dari kematian ibu di Indonesia. Karena abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan yang berujung pada kematian.

Kalaupun seorang ibu harus mengakhiri kehamilannya karena alasan yang di bolehkan, mereka harus tahu dimana tempat melakukannya yang aman dan tidak membahayakan dirinya sendiri.

Selain itu pendidikan kesehatan reproduksi kepada masyarakat (bukan hanya kepada remaja) harus ditingkatkan, terutama di tempat pelayanan tingkat dasar. Sehingga para wanita pada masa usia reproduksi mengetahui dan mengerti mengenai proses terjadinya kehamilan, dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dengan cara benar dan tidak berbahaya.

Seorang ibu yang belum siap untuk hamil lagi, mereka harus mengerti cara menjarangkan kehamilannya dengan cara yang benar, yaitu dengan ikut program KB dan menggunakan metoda kontrasepsi yang aman bagi dirinya.

Selain itu peran para tokoh agama juga sangat penting. Meningkatnya kualitas akhlak masyarakat akan berbanding lurus dengan menurunnya angka terjadinya praktek aborsi yang membahayakan dan berdosa itu.

Dari berbagai sumber

Read more...

Cara Pembelian

Kamis, 30 Oktober 2008

Harga Rp. 30.000,-/ buku ( belum termasuk ongkos kirim )

Untuk konfirmasi

No. HP : 08122452850 (Yeyen)

Atau

Email ke fath2_yen@yahoo.co.id

Silahkan transfer uang sebanyak harga buku yang anda pesan, ke Rekening :

Bank BCA cab. Majalaya, Bandung
No. Rekening : 3760201455
Atas Nama : Yeyen Hendrayani


Atau

Bank BNI cab. Majalaya, Bandung
No. Rekening : 120 347 457
Atas Nama : Yeyen Hendrayani

Setelah Transfer silahkan konfirmasi dan menyertakan alamat lengkap pemesan ke :

No. HP : 08122452850 (Yeyen Hendrayani)
Atau
Email ke
fath2_yen@yahoo.co.id



"Stok buku sudah tersedia kembali"

Read more...

Daftar Isi Buku Konsep Kebidanan

BAB I. DEFINISI DAN FILOSOFI BIDAN

  • Definisi Bidan
  • Filosofi Bidan
  • Pelayanan Kebidanan
  • Praktik Kebidanan
  • Asuhan Kebidanan

BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN PELAYANAN DAN PENDIDIKAN KEBIDANAN

  • Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Dalam Negeri
  • Perkembangan Pendidikan Kebidanan di Dalam Negeri
  • Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Luar Negeri
  • Perkembangan Pendidikan Kebidanan di Luar Negeri
BAB III. PARADIGMA KEBIDANAN
  • Pengertian Paradigma Kebidanan
  • Komponen Paradigma Kebidanan
  • Bentuk Asuhan Kebidanan
  • Kaitan Paradigma dan Asuhan Kebidanan

BAB IV. BIDAN SEBAGAI PROFESI

  • Bidan Suatu Profesi
  • Arti dan Ciri Jabatan Profesional
  • Bidan Suatu Jabatan Profesional
BAB V. PERAN DAN FUNGSI BIDAN
  • Peran Bidan
  • Fungsi Bidan
  • Tanggung Jawab Bidan
  • Tugas BidanKompetensi Bidan

BAB VI. TEORI KEBIDANAN

  • Reva Rubin
  • Ramona T. Mercer
  • Ela-Joy Lehrman
  • Ernestine Wiedenbach
  • Jean Ball

BAB VII. MODEL KONSEPTUAL ASUHAN KEBIDANAN

  • Pengertian Model Konseptual Asuhan Kebidanan
  • Pelayanan Kebidanan
  • Paradigma Sehat

BAB VIII. MANAJEMEN KEBIDANAN

  • Pengertian Manajemen Kebidanan
  • Langkah dalam Manajemen Kebidanan

BAB IX. STANDAR PROFESI KEBIDANAN

  • Pengertian Standar
  • Macam Standar Profesi Kebidanan
  • Ruang Lingkup Standar Praktik Kebidanan
  • Lahan Praktik Pelayanan Kebidanan

BABA X. RUANG LINGKUP PELAYANAN KEBIDANAN

  • Bidan Praktik Swasta
  • Pelayanan Kolaburasi

BAB XI. SISTEM PENGHARGAAN BIDAN

  • Penghargaan
  • Sanksi

BAB XII. PENGEMBANGAN KARIER BIDAN

  • Pendidikan Berkelanjutan
  • Jabatan Fungsional
  • Pengembangan Karier Bidan

BAB XIII. PROSES PERUBAHAN

  • Tipe Perubahan
  • Proses Menghadapi Perubahan

BAB XIV. PROMOSI JASA KEBIDANAN




Read more...

RIWAYAT HIDUP PENULIS


Dra. Hj. Suryani Soepardan, Dipl.M, MM, lahir di Tasikmalaya tahun 1943. Pada tahun 1968, beliau lulus pendidikan Sekolah Bidan Depkes Bandung. Diikuti dengan pendidikan Sarjana Muda (bakaloreat) Perawat Jurusan Guru Bidan, Akper Depkes tahun 1977, AKTA III Pendidikan Kesehatan di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Bandung tahun 1983, serta AKTA IV pada tahun 1989 di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Pendidikan, Program Studi Administrasi pendidikan. Gelar Sarjana (S1) Administrasi Pendidikan diperolehnya di Universitas Islam Nusantara pada tahun 1986.

Penulis juga berkesempatan mengikuti pendidikan Diploma IV (D IV) Internetional Certifikate in Continuing Education for Safe Motherhood di Royal College of Midwives University of Surrey, London, Inggris pada tahun 1995. Pendidikan Magister (S2) diperolehnya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, Program Studi Manajemen, Bidang Konsentrasi Manajemen Pemasaran pada tahun 2000. Saat ini penulis sedang menyelesaikan pendidikan Doktor (S3) bidang kajian Filsafat Pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Studi tambahan yang diikuti di luar negeri antara lain pendidikan Advance Midwifery (1994-1995), seminar Attended Fetal Monitoring in Practice di London (1995), Kongres Internasional ICM di Austria (2002), kongres ICM Asia Pasifik di Hongkong (2003).

Di balik kesibukannya sebagai ketua STIKes Dharma Husada Bandung, penulis juga aktif dalam organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Aliansi Pita Putih (APP), Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW), dll. Selain sebagai pengajar, penulis juga aktif di berbagai seminar tentang Kebidanan.


Read more...

My Family Slide

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP